Out off Jakarta 10 Days
oleh Dewi Laily Purnamasari pada 08 Juli 2010 jam 9:24
Teman ...
Banyak pengalaman penting yang di dapat anak-anak (Ka Rusydi, Mas Hanif, dan De Kindi) saat berlibur sambil belajar selama sepuluh hari di luar Kota Jakarta.
Selain bersenang-senang mereka sempat diajak Eyang mereka mengaji bersama sekitar duapuluh anak yatim. Bergaul walau sesaat dengan teman-teman baru mampu menumbuhkan rasa syukur mereka masih dikaruniai orangtua lengkap dan berkecukupan. Hari lain mereka diajak olahraga pagi ke alun-alun dan keliling tembok keraton (jalan kaki saja ... he3 ... baru setelah kecapean naik becak). Senangnnya masih ada lahan luas milik rakyat. Tak usah bayar karcis ! silahkan menikmati rindangnya pohon beringin, melihat kerbau bule berkubang lumpur dan memberi makan kangkung. Malahan De Kindi tak bosan-bosannya naik 'odong-odong' - 'njot-njotan' sampai lebih dari sepuluh lagu he3 ...
Sungguh sangat merakyat. Di Jakarta ??? Ah ... lahan seluas alun-alun ada di mana yah ?
Satu lagi hiburan tak ada duanya : 'naik becak ke mana-mana ...' ditambah sekali naik delman serasa jadi 'putri keraton'.
Tentu ... wisata kuliner makanan khas Solo (nasi liwet, gudeg, serabi notosuman, soto gading, leker, bubur mbah mur, susu boyolali, sate nonongan) dan makanan Cirebon (nasi jamblang, empal gentong, bubur toha, kue la palma) membuat lidah mereka kenal kekayaan ragam rasa masakan Indonesia.
Bahagianya silaturahim tentu yang paling utama : bertemu Eyang, Pade-Bude, Om-Tante, para sepupu ... bermain bersama, bercanda ria - ketawa lepas, 'ngobrol' sebaya (rentang usia mereka 9 - 14 tahun / kelas 4 - 9) sangat menakjubkan. Mereka sangat jarang bertemu (biasanya hanya saat libur sekolah atau lebaran) namun bisa sangat akrab. Ada rasa kangen bertemu. Lucu, mengharukan dan pasti ... luar biasa !
Oya ... kalau aku : no FB and no e-mail ternyata tetap hidup bahagia tuh! ha3 ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar